22 Mahasiswa Asing Di Perkenalkan Kopi Muria Kudus

Kudus, Jateng – Sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai negara diperkenalkan Kopi Muria yang merupakan komoditas asli Kudus yang banyak ditemukan di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sebagai sentra tanaman kopi.

Kegiatan pengenalan Kopi Muria yang berada di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, Jumat, dengan menghadirkan puluhan mahasiswa asing itu, atas prakarsa Universitas Muria Kudus (UMK).

Para mahasiswa yang mayoritas awam tentang tanaman kopi tersebut, mendapatkan kesempatan membuat kopi sendiri secara tradisional, dimulai dari proses pemilahan kopi yang berkualitas, menyangrai, penumbukan hingga membuat minuman kopi siap diminum.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang cara menanam bibit tanaman kopi yang dimulai dari tata cara pemotongan akar bibit kopi yang masih kecil sebelum dimasukkan ke dalam polibak hingga siap ditanam di ladang.

Puluhan mahasiswa yang berasal dari Vietnam, Afganistan, Thailand, Mesir, Filipina, Sudan, Tajikistan, dan Burundi itu juga mendapatkan pengetahuan tetang tata cara melakukan okulasi agar tanaman kopi yang berbuah jarang bisa menghasilkan kopi dengan produktivitas tinggi.

Menurut Kepala Urusan Internasional UMK Muntohar, kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara “Living In Asian” yang diselenggarakan oleh UMK.

Salah satu agendanya, yakni memperkenalkan Kopi Muria sebagai salah satu potensi lokal Kudus.

“Pengenalan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada mereka tentang konsep Gusjigang, terutama untuk ‘gang’ atau dagang. Kemudian bagaimana masyarakat Kudus mengembangakan potensi,” ujarnya.

Mahasiswa asing tersebut, kata dia, tidak sekadar mengetahui tentang Kopi Muria, melainkan mereka juga bisa mempraktikkan secara langsung, mulai dari menanam kopi hingga rostin kopi serta terakhir para mahasiswa ikut menikmati minuman kopi muria.

Dengan demikian, lanjut dia, merasakan pengalaman tersendiri yang belum pernah diperoleh di negaranya sendiri sekalipun.

Setelah diperkenalkan Kopi Muria, mereka akan diperkenalkan potensi lainnya, seperti batik Kudus dan beberapa komoditas unggulan lainnya.

Farhana, salah satu mahasiswa asal Turki mengakui memilah biji kopi, menggoreng hingga menumbuknya kemudian membuat minuman kopi sendiri merupakan pengalaman yang pertama kalinya.

Apalagi, lanjut dia, di negaranya tidak ada tanaman kopi, meskipun untuk penjual kopi memang ada.

“Melihat langsung tanaman kopi juga pengalaman yang pertama karena sebelumnya memang belum pernah,” ujarnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan Pham Thi Thao mahasiswa asal Vietnam mengaku sangat terkesan dengan Kota Kudus yang memiliki tanaman kopi.

Ia sangat mengapresiasi dengan komoditas tanaman kopi yang begitu melimpah di Kabupaten Kudus dan proses pembuatan minuman kopi yang masih tradisional.

Shaitsa Azimi mahasiswa asal Afghanistan juga mengaku kagum dengan pengenalan kopi muria karen tidak sekadar mendapatkan pengetahuan tentang tata cara membuat minuman kopi, melainkan juga ikuti praktik langsung menanam tanaman kopi muria.(Ant)